Makalah
Kewirausahaan
Makalah
Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah Entrepreneurship
Dosen
pengampu : Agus Salim Chamidi, M.Pd.I
Nama : Saniyah
NIM
:
15115749
NIRM : 15/X/ 11.2.1/1916
Jurusan/smt/kelas
: PAI/II/F
Institut
Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen (IAINU) Kebumen
2016
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr. Wb.
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat
Alloh SWT, karena berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas
Pendidikan Entrepreneurship ini. Adapun tujuan penulisan makalah ini guna
memenuhi tugas individu mata kuliah Entrepreneurship yang didasarkan pada
penyusunan makalah dikarenakan Entrepreneurship merupakan mata kuliah
softskill. Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak
yang telah membantu dalam proses penyelesaian Makalah ini.
Semoga tugas ini dapat bermanfaat dengan baik untuk
menambah pengetahuan bagi siapa pun, termasuk bagi penulis sendiri. Penulis
menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat didalam tugas ini.
Waalaikumusalam
Wr. Wb.
Daftar
Isi
Halaman Judul
…………………………………………………………………i
Kata Pengantar
…………………………………………………………………ii
Daftar Isi
………………………………………………………………………iii
Bab I Pendahuluan
A. Latar
Belakang ………………………………………………………...1
B. Rumusan
masalah ……………………………………………………….1
C. Tujuan
Penelitian ……………………………………………………….1
Bab II Tinjauan Teori
A. Pengertian
dan Sejarah Kewirausahaan …………………………………2
B. Cara
berwirausaha yang baik …………………………………………….4
C. Manfaat
menguasai kewirausahaan bagi pendidik………….…………….5
Bab III
Penutup
A. Kesimpulan
………………………………………………………….….7
B. Kritik
dan Saran………………………………………….…………..7
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………8
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Kewirausahaan
(entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif
yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju
sukses. Sesuatu yang baru dan berbeda adalah nilai tambah barang dan jasa yang
menjadi sumber keuanggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan
merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui
proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda.
yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju
sukses. Sesuatu yang baru dan berbeda adalah nilai tambah barang dan jasa yang
menjadi sumber keuanggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan
merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui
proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda.
Di Indonesia, kewirausahaan
dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu
saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi,
pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun
pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi
berkembang. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut
wirausahawan.
Muncul pertanyaan mengapa
seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari
manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan
emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai
manusia unggul. Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat,
ciri-ciri dan karakteristik dan peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
Kewirausahaan itu?
2. Bagaimana
cara berwirausaha yang baik?
C. Tujuan
penelitian :
1. Untuk
mengetahui pengertian dan sejarah kewirausahaan
2. Untuk
mengetahui cara berwirausaha yang baik
3. Untuk
mengetahui manfaat menguasai kewirausahaan bagi pendidik
BAB
II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Kewirausahaan dan Wirausaha
a.
Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan
berasal dari istilah Entrepreneurship, sedangkan wirausaha berasal dari kata Entrepreneur.
Kata entrepreneur secara tertulis di gunakan pertama kali oleh Savary pada
tahun 1723 dalam bukunya “ kamus Dagang “ .
Kewirausahaan
memiliki banyak definisi antara satu ahli dengan ahli lainnya. Menurut Jhon J.
Kao Kewirausahaan adalah Usaha untuk menciptakan nilai melalui pengenalan
kesempatan bisnis, manajemen pengambilan resiko yang tepat dan melalui
ketrampilan komunikasi untuk memobilisi seorang yang di perlukan untuk lain
yang di perlukan untuk menghasilkan proyek supaya terlaksana dengan baik.
Menurut
Robert O. Hisrich, berkewirausahaan adalah proses Dinamis atau penciptaan
tambahan kekayaan di ciptak oleh individu yang berani mengambil resiko utama
dengan syarat-syarat kewajaran , waktu dan komitmen karir atau penyediaan nilai
untuk berbagai barang dan jasa produk dan jasa tersebut baru atau unik, tetapi
nilai tersebut bagaimanapun harus dipompa oleh seorang usahawan dengan
penerimaan dan penempatan kebutuhan, ketrampilan dan sumber-sumber daya.
Pengertian
kewirausahaan menurut Instruksi Presiden RI No.4 tahun 1995; Kewirausahaan
adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha
atau kegiatan yang mengarahpada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara
kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka
memberikan pelayanan yang lebih baik dan memperoleh keuntungan yang lebih
besar.
Dari
bebrapa pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa kewirausahaan adalah hal-hal
atau upaya-upaya yang berkaitan dengan penciptaan kegiatan atau usaha aktivitas
bisnis atas dengan kemampuan dan kemampuannya sendiri.
b.
Pengertian Wirausaha
Entrepreneur
(wirausaha), menurut Hisrich (2005) adalah individual
who takes risks and starts something new.
Wirausaha,
menurut Frinces (2004)adalah mereka yang selalu bekerja keras dan kreatif untuk
mencari peluang bisnis, mendayagunakan peluang yang di peroleh dan kemudian
merekayasa penciptaan alternatif sebagai peluang bisnis baru dengan faktor
keunggulan.
Menurut
Prijolaksono dan Bawono (2005), Entrepreneur (wirausaha) dapat diartikan
melalui 3 kata yaitu Destiny, Courge and
action. Destiny berarti Takdir,
yang sebenarnya lebih merupakan tujuan hidup bukan nasib. Tujuan dan misi hidup
seseorang menjadi pondasi awal untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses.
Courge berarti keberanian untuk memulai
dan menghadapi tantangan adalah sikap awal yang diperlukan dalam kewirausahaan,
keberanian untuk memulai dan mengambil resiko adalah syarat mutlak. Cita-cita
besar dan impian kemudian dengan kreativitas yang di wujudkan dengan keberanian
untuk mencoba dan melakukan (Action)
langkah pertama adalah awal kesuksesan seorang wirausahawan sejati. Ketiga
kata-kata diatas merupakan kata-kata yang penting dalam membangun sikap dan
perilaku wirausaha dalam diri seseorang.
Sedangkan
menurut Suparyanto (2006), bahwa Wirausaha berasal dari kata “Wira’ ( berani)
dan “Usaha” (kegiatan mencari keuntungan). Jadi Wirausaha dapat di artikan
sebagai keberanian mengambil resiko tertentu untuk mengambil keuntungan.
Begitu banyak definisi tentang Entrepreneurship
(kewirausahaan) dan Entrepreneur (wirausaha) maka untuk mempermudah, berikut
adalah beberapa uraian tentang pengertian keduanya.
1. Kewirausahaan
adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil
karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan.
2. Kewirausahaan
adalah suatu proses seorang guna mengejar peluang memenuhi keutuhan dan
keinginan melalui inovasi tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka
kendalikan. (Robin, 1996)
3. Kewirausahaan
adalah proses dinamis untuk menciptakan kemakmuran.
4. Kewirausahan
adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan
kegiatan disertai modal jasa dan resiko serta menerima balas jasa, kepuasan dan
kebebasan pribadi.
Sedangkan yang di
maksud wirausaha (entrepreneur) adalah sebagai berikut :
1. Wirausaha
adalah mereka yang berhasil mendapatkan perbaikan pribadi, keluarga, masyarakat
dan bangganya.
2. Wirausaha
adalah seorang pakar tentang dirinya sendiri.
3. Wirausaha
adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan menciptakan bentuk
organisasi baru atau mengolah bahan baku baru.
4. Pandangan
wirausaha menurut seorang bussinesman, wirausaha adalah ancaman, pesaing baru
atau juga seorang partner, pemasok, konsumen, atau seorang yang bisa diajak
kerja sama.
5. Wirausaha
adalah orang yang berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain.
6. Wirausaha
menurut pandangan seorang pemodal wirausaha adalah seorang yang menciptakan
kesejahteraan buat orang lain yang menemukan cara-cara baru untuk menggunakan
Resources, mengurangi pemborosan, dan membuka lapangan kerja.
7. Pandangan
menurut seorang ekonom, Wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang
mengorganisir faktor-faktor produksi, alam, tenaga modal, dan skill untuk
tujuan berproduksi.
8. Pandangan
menurut seorang psychologis, wirausahawan adalah seorang yang memiliki dorongan
kekuatan dari dalam untuk memperoleh sesuatu tujuan.
Siapa
saja yang dapat di golongkan menjadi wirausahawan itu?
Menurut J.A Schiunpeter
yang dapat digolongkan sebagai wirausaha adalah inovator, sebagai individu yang
mempunyai kenalurian untuk melihatbenda materi sedemikian rupa yang kemudian
terbukti benar mempunyai semangat, kemampuan, dan, pikiran untuk menaklukan
cara berpikir yang lamban dan malas.
B.
Cara Menjadi Wirausaha Yang Baik
Dewasa
ini banyak orang yang memilih menjadi entrepreneur, tetapi tidak ada orang
terlahir dengan jiwa kewirausahaan. Menjadi wirausahawan merupakan profesi yang
memerlukan banyak pembelajaran hidup.
Untuk
membentuk pribadi wirausahawan yang baik ada beberapa hal yang perlu di
pelajari dan dipahami oleh seorang calon pengusaha, yaitu :
1. Fokus
dengan tujuan
Jangan
terburu-buru memulai bisnis di berbagai bidang pilihan salah satu bidang yang
paling dikuasai untuk memaksimalkan potensi dan bakat. Fokuslah dengan inovasi
produk yang akan di kembangkan untuk merebut perhatian calon pelanggan.
2. Bekerja
dengan disiplin
Disiplin
merupakan sikap yang sangat diperlukan dalam memulai bisnis. Bagaimana mungkin
kita dapat memimpin para karyawan jika kita bisa memimpin dirinya sendiri.
mulailah disiplin dari hal-hal kecil seperti menentukan jam masuk pagi dan
peraturan-peraturan dalam melayani para customer (pelanggan).
Selain itu displin dalam dunia bisnis di butuhkan
agar pelanggan percaya dan yakin pada kita.
3. Pelajari
Sistem Bisnis secara Keseluruhan
Karena
kita adalah pemilik bisnis maka kita harus mengetahui betul bisnis yang kita
buat, jangan tergantung pada orang lain, jadi apabila ada sesuatu hal yang
bermasalah di kemudian hari kita dapat menanganinya sendiri.
4. Bersikap
bijak dan persuasif
Ada
kalanya manusia itu adalah pribadi yang lebih suka menyendiri dan tidak suka
beramah tamah dengan orang lain jika kita adalah orang yang seperti itu. Maka
alangkah baiknya kita belajar menjadi seorang yang lebih humble karena
komunikasi dan sikap terbuka kita akan menarik simpati orang lain untuk
bergantung dengan bisnis kita .
5. Jalinlah
relasi yang baik dengan orang lain
Sebagai
makluk sosial kita tidak bisa hidup sendiri, dan kita juga tidak tahu kapan
kita membutuhkan bantuan orang lain maka dari itu jalinlah komunikasi yang baik
dengan semua orang. Jangan pernah menyepelekan orang-orang di sekitar kita.
6. Ingatlah
bahwa setiap bisnis ada resikonya
Menjadi
seorang wirausahawan terdengar sangat menyenangkan. Namun ingatlah jangan
terlena dengan kesuksesan. Kelalaian kita dapat menjadi masalah yang besar dan
menimbulkan resiko yang besar juga . Jadi, sebelum memulai bisnis buatlah
manajemen resiko sebagai antisipasi terhadap permasalahan yang dapat muncul,
rencanakan dengan matang, dan mintalah dukungan dari orang yang terdekat karena
dukungan moril dapat menjadi salah satu sumber kekuatan terbesar yang
memotivasi seorang wirausahawan.
Selain
kata-kata diatas, seorang wirausahawan juga harus memiliki sifat entrepreneur
sejati, yaitu :
·
Memiliki sifat keyakinan, kemandirian,
individualitas, dan optimisme.
·
Selalu berusaha untuk berprestasi,
berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang
kuat, suka bekerja keras, dan memiliki inisiatif.
·
Memiliki kemampuan mengambil resiko dan
suka pada tantangan.
·
Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat
bergaul dengan orang lain, dan suka terhadap saran dan kritik membangun.
·
Memiliki inovasi dan kreatifitas tinggi,
fleksibel, dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
·
Memiliki persepsi dan cara pandang yang
berorientasi pada masa depan.
·
Memiliki keyakinan bahwa hidup ini sama
dengan kerja keras.
Seorang
Wirausaha akan berusaha mencapai tujuan yang di harapkan. Berdasarkan kiat-kiat
dan sifat-sifat seorang entrepreneur dapat di garis bawahi seorang wirausaha
mempunyai cita-cita sebagai berikut.
1. Percaya
diri
2. Berorientasikan
tugas dan hasil
3. Pengambil
resiko
4. Kepemimpinan
5. Keorisinilan
6. Berorientasi
ke masa depan
7. Jujur
dan tekun
C.
Manfaat Mempelajari Kewirausahaan Bagi
Seorang Pendidik
Semakin
sempitnya lapangan kerja dan bertambahnya orang-orang berpendidikan yang tidak
mempunyai pekerjaan adalah hal yang sangat jelas terdapat pengangguran terdidik
sebanyak 1,1 juta jiwa. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan. Dan dari
sebagian besar jumlah itu adalah lulusan prodi kependidikan.
Lulusan
prodi kependidikan nantinya mengarah pada profesi keguruan dengan harapan suatu
saat dapat menjadi sorang PNS ( pegawai negeri sipil ) sebuah pekerjaan yang
terpandang dengan tunjangan dan dana yang menggiurkan.
Padahal penerimaan PNS saat ini sangatlah terbatas
denganjumlah pendaftar mencapai ribuan orang dengan pendidikan yang tinggi. Hal ini menjadi
tantangan untuk para mahasiswa nantinya
dapat menjadi lulusan yang siap bekerja tanpa harus jadi PNS mengingat sulitnya
mendapatkan pekerjaan itu.
Menjadi
PNS bukanlah satu-satunya pilihan.
Seorang pendidik (guru) dapat mencari penghasilan lain di luar profesinya
sebagai seorang guru dan tentu saja tidak mengganggu tugas utamanya, misalnya
berwirausaha. Namun di Indonesia sendiri hal itu masih sulit ditemukan, itu
karena sebagaian besar lulusan keguruan di indonesia tidak mempunyai jiwa
entrepreneur dalam dirinya. Mereka ragu untuk memulai sesuatu yang baru, karena
mereka juga tidak memiliki ketrampilan di luar bidang akademik khususnya yang
berkaitan dengan kewirausahaan.
Oleh
karena itu pendidikan I indonesia harus di sempurnakan dengan pendidikan
kewirausahaan untuk menciptakan kader-kader yang siap berkarya, berwirausaha
dan bersaing. Mengingat kondisi ekonomi di indonesia yang masih rendah
dibanding negara-negara lain.
Pendidikan
kewirausahaan akan membekali calon-calon guru menjadi pribadi yang memiliki
jiwa entrepreneur sebagai nilai tambahan seorang pendidik.
Mengenai manfaat kewirausahaan menurut Thomas W.
Zimmerer antaralain sebagai berikut :
· Memberi
peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasibnya sendiri dengan menciptakan
bisnisnya sendiri. seorang pengusaha memiliki peluang untuk mencapai tujuan
hidupnya.
· Memberi
peluang melakukan perubahan.
· Memberi
peluang mencapai potensi diri. Bekerja di kantor /bisa perusahaan menurut sebagaian orang terkadang bisa
menjadi sangat membosankan dan kurang menantang, hal itu tidak berlaku bagi
seorang wirausaha. Karena bekerja dan menyalurkan hobi memiliki perbedaan yang
tipis, bisnis-bisnis yang mereka miliki merupakan alat aktualisasi diri.
· Memberi
peluang untuk meraih seoptimal mungkin. Pada awal wirausaha mungkin uang
bukanlah hal yang utama. Namun hasil yang diperoleh entrepreneur memperoleh
penghasilan yang membuat hidup mereka berkecukupan walaupun awalnya mereka
tidak ingin kaya raya.
· Memiliki
peluang untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mendapatkan atas usahanya.
Para pengusaha kecil sering kali merupakan warga masyarakat yang di hormati dan
dipercaya. Ciri dari pelanggan yang telah iaa layani selama bertahun-tahun.
· Memiliki
peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan menumbuhkan rasa senang dalam
mengerjakannya. Hal yang dirasakan bagi seorang pengusaha kecil adalah kegiatan
usaha mereka bukanlah kerja. Karenja yang mereka kerjakan adalah menyalurkan
hobi atau sesuatu yang mereka sukai. Seperti yang di katakan Harvey Mc. Key
“Carilah dan dirikan usaha yang anda sukai dan anda tidak akan merasa terpaksa
harus bekerja sehari saja dalam kehidupan anda “.
Selain
manfaat di atas yang disampaikan oleh Thomas Zimmerer, manfaat lain mempelajari kewirausahaan secara umum ialah :
ü Meningkatkan
motivasi berwirausaha yang tinggi.
ü Berguna
untuk masa depan.
ü Memanfaatkan
potensi dan melakukan perubahan.
ü Membudayakan
semangat, sifat, perilaku dan kewirausahaan di kalangan masyarakat yang mampu,
handal dan unggul.
ü Sebagai
informasi untuk membuat usaha.
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan :
Kewirausahaan
/ Entrepreneurship adalah proses dinamis melalui sikap berani mengambil resiko
dan wirausaha adalah orang-orang yang
mencari peluang bisnis, kreatif dan menciptakan produk-produk baru.
Baik
kewirausahaan dan wirausaha merupakan sesuatu yang harus di pelajari oleh
setiap individu agar dapat memperoleh kebebasan dalam kegiatan usaha yang tidak
akan pernah di peroleh oleh seseorang yang menjadi pekerja bagi sebuah
perusahaan atau orang yang digaji oleh orang lain.
Dan
untuk menjadi seorang wirausaha yang baik hal pertama yang harus dilakukan ialah
membekali diri dengan jiwa entrepreneurship dan menggali lebih dalam ilmu
kewirausahaan.
B.
Kritik
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar