TUGAS
ENTREPRENEUR
Nama : Saniyah
NIM :
15115749
NIRM : 15/X/ 11.2.1/1916
Jurusan/smt/kelas : PAI/II/F
1. Pengertian
Entrepreneurship
a.
Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan
berasal dari istilah Entrepreneurship, sedangkan wirausaha berasal dari kata Entrepreneur.
Kata entrepreneur secara tertulis di gunakan pertama kali oleh Savary pada
tahun 1723 dalam bukunya “ kamus Dagang “ .
Kewirausahaan
memiliki banyak definisi antara satu ahli dengan ahli lainnya. Menurut Jhon J.
Kao Kewirausahaan adalah Usaha untuk menciptakan nilai melalui pengenalan
kesempatan bisnis, manajemen pengambilan resiko yang tepat dan melalui
ketrampilan komunikasi untuk memobilisi seorang yang di perlukan untuk lain
yang di perlukan untuk menghasilkan proyek supaya terlaksana dengan baik.
Menurut
Robert O. Hisrich, berkewirausahaan adalah proses Dinamis atau penciptaan
tambahan kekayaan di ciptak oleh individu yang berani mengambil resiko utama
dengan syarat-syarat kewajaran , waktu dan komitmen karir atau penyediaan nilai
untuk berbagai barang dan jasa produk dan jasa tersebut baru atau unik, tetapi
nilai tersebut bagaimanapun harus dipompa oleh seorang usahawan dengan
penerimaan dan penempatan kebutuhan, ketrampilan dan sumber-sumber daya.
Pengertian
kewirausahaan menurut Instruksi Presiden RI No.4 tahun 1995; Kewirausahaan
adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha
atau kegiatan yang mengarahpada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara
kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka
memberikan pelayanan yang lebih baik dan memperoleh keuntungan yang lebih
besar.
Dari
bebrapa pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa kewirausahaan adalah hal-hal
atau upaya-upaya yang berkaitan dengan penciptaan kegiatan atau usaha aktivitas
bisnis atas dengan kemampuan dan kemampuannya sendiri.
b.
Pengertian Wirausaha
Entrepreneur
(wirausaha), menurut Hisrich (2005) adalah individual
who takes risks and starts something new.
Wirausaha,
menurut Frinces (2004)adalah mereka yang selalu bekerja keras dan kreatif untuk
mencari peluang bisnis, mendayagunakan peluang yang di peroleh dan kemudian
merekayasa penciptaan alternatif sebagai peluang bisnis baru dengan faktor
keunggulan.
Menurut
Prijolaksono dan Bawono (2005), Entrepreneur (wirausaha) dapat diartikan
melalui 3 kata yaitu Destiny, Courge and
action. Destiny berarti Takdir,
yang sebenarnya lebih merupakan tujuan hidup bukan nasib. Tujuan dan misi hidup
seseorang menjadi pondasi awal untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses.
Courge berarti keberanian untuk memulai
dan menghadapi tantangan adalah sikap awal yang diperlukan dalam kewirausahaan,
keberanian untuk memulai dan mengambil resiko adalah syarat mutlak. Cita-cita
besar dan impian kemudian dengan kreativitas yang di wujudkan dengan keberanian
untuk mencoba dan melakukan (Action)
langkah pertama adalah awal kesuksesan seorang wirausahawan sejati. Ketiga
kata-kata diatas merupakan kata-kata yang penting dalam membangun sikap dan
perilaku wirausaha dalam diri seseorang.
Sedangkan
menurut Suparyanto (2006), bahwa Wirausaha berasal dari kata “Wira’ ( berani)
dan “Usaha” (kegiatan mencari keuntungan). Jadi Wirausaha dapat di artikan
sebagai keberanian mengambil resiko tertentu untuk mengambil keuntungan.
Begitu banyak definisi tentang Entrepreneurship
(kewirausahaan) dan Entrepreneur (wirausaha) maka untuk mempermudah, berikut
adalah beberapa uraian tentang pengertian keduanya.
1. Kewirausahaan
adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil
karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan.
2. Kewirausahaan
adalah suatu proses seorang guna mengejar peluang memenuhi keutuhan dan
keinginan melalui inovasi tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka
kendalikan. (Robin, 1996)
3. Kewirausahaan
adalah proses dinamis untuk menciptakan kemakmuran.
4. Kewirausahan
adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan
kegiatan disertai modal jasa dan resiko serta menerima balas jasa, kepuasan dan
kebebasan pribadi.
Sedangkan yang di
maksud wirausaha (entrepreneur) adalah sebagai berikut :
1. Wirausaha
adalah mereka yang berhasil mendapatkan perbaikan pribadi, keluarga, masyarakat
dan bangganya.
2. Wirausaha
adalah seorang pakar tentang dirinya sendiri.
3. Wirausaha
adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan menciptakan bentuk
organisasi baru atau mengolah bahan baku baru.
4. Pandangan
wirausaha menurut seorang bussinesman, wirausaha adalah ancaman, pesaing baru
atau juga seorang partner, pemasok, konsumen, atau seorang yang bisa diajak
kerja sama.
5. Wirausaha
adalah orang yang berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain.
6. Wirausaha
menurut pandangan seorang pemodal wirausaha adalah seorang yang menciptakan
kesejahteraan buat orang lain yang menemukan cara-cara baru untuk menggunakan
Resources, mengurangi pemborosan, dan membuka lapangan kerja.
7. Pandangan
menurut seorang ekonom, Wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang
mengorganisir faktor-faktor produksi, alam, tenaga modal, dan skill untuk
tujuan berproduksi.
8. Pandangan
menurut seorang psychologis, wirausahawan adalah seorang yang memiliki dorongan
kekuatan dari dalam untuk memperoleh sesuatu tujuan.
Siapa
saja yang dapat di golongkan menjadi wirausahawan itu?
Menurut J.A Schiunpeter
yang dapat digolongkan sebagai wirausaha adalah inovator, sebagai individu yang
mempunyai kenalurian untuk melihatbenda materi sedemikian rupa yang kemudian
terbukti benar mempunyai semangat, kemampuan, dan, pikiran untuk menaklukan
cara berpikir yang lamban dan malas.
2. Arti
Penting
Dari aspek “Mindset” seorang wirausaha adalah
seseorang yang pemikirannya ditujukan untuk mengidentifikasi peluang yang dapat
diajadikan suatu usaha yang dapat menghasilkan laba untuk jangka waktu panjang.
Peluang-peluang yang dipilih adalah peluang-peluang yang paling memungkinkan
menghasilkan keunggulan kompetitif. Pemikirannya diisi dengan gagasan-gagasan
yang bersifat inovatif serta keinginan untuk menghasilkan yang paling baik
sehingga menciptakan manfaat kepada pembeli/customer dan juga untuk masyarakat,
terutama kepada para pemegang kepentingan / Stake Holders. Lebih tinggi
nilai/manfaat yang dihasilkan lebih tinggi pula imbalan finansial yang
diharapkan.
3.
Dari aspek tindakan/action :
seorang wirausaha mengutamakan tindakan “Getting Things Done”. Setelah
gagasan/peluang yang dianggap paling baik diidentifikasi, seorang wirausaha
akan segera menyusun perangkan organisasi, memobilisasi input-input dan
sumber-sumber yang diperlukan untuk mewujudkan usahanya. Tindakannya dibimbing
mindset atau naluri kewirausahaan, mengacu kepada effectiveness, baru kemudian
efisiensi.
4.
Pengertian kewirausahaan mengandung
makna sebagai proses yang bersifat dinamis dan berkelanjutan, merupakan
proses kehidupan. Proses tersebut menyangkut :
• Pendirian perusahaan yang dimulai dari tahap inkubasi, start-up, pengembangan, pertumbuhan dan ekspansi.
• Proses pengembangan gagasan yang berkelanjutan.
• Proses peningkatan effectiveness dan efficiency, terutama pemberdayaan sumber daya manusia.
Dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan merupakan cara berpikir/mindset, tindakan dan proses, yang mengarah kepada pengidentifikasian peluang, mengorganisir dan mewujudkan peluang menjadi usaha yang mempunyai keunggulan kompetitif melalui suatu proses yang berkelanjutan dan dinamis.
• Pendirian perusahaan yang dimulai dari tahap inkubasi, start-up, pengembangan, pertumbuhan dan ekspansi.
• Proses pengembangan gagasan yang berkelanjutan.
• Proses peningkatan effectiveness dan efficiency, terutama pemberdayaan sumber daya manusia.
Dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan merupakan cara berpikir/mindset, tindakan dan proses, yang mengarah kepada pengidentifikasian peluang, mengorganisir dan mewujudkan peluang menjadi usaha yang mempunyai keunggulan kompetitif melalui suatu proses yang berkelanjutan dan dinamis.
3. Manfaat Entrepreneurship Bagi Mahasiswa
Berwirausaha merupakan kegiatan positif yang bisa
saja menguntungkan bagi pelakunya. Apalagi jika yang berwirausaha sendiri itu
adalahy seorang mahasiswa. Selain bisa mendapatkan uang sendiri, keuntungan
lain yang didapatjika mahasiswa berwirausaha antara lain :
1. Langsung
mengaplikasikan teori dari kampus kepada bisnis mereka.
Ilmu yang mereka terima dari kampus
dapat langsung di praktekan sekaligus menjadi laboratorium dari ilmu tersebut.
Rata-rata manusia mengingat 90% dari apa yang mereka lihat, dengar, katakan dan
kerjakan begitu pernyataan Rose dan Nicholl. Dengan mempraktekan ilmunya secara
langsung mahasiswa akan semakin paham atas apa yang mereka dapat ketika kuliah.
2. Berwirausaha
sebagai pengganti waktu belajar
Banyak yang mengatakan berwirausaha
sambil kuliah akan mengganggu belajar. Ungkapan itu tidak sepenuhnya benar
dalam mata kuliah entrepreneur misalnya atau makul managemen pemasaran
berwirausaha justru menjadi belajar, dan berusaha mengaplikasikan yang di
terima dari pelajaran di perkuliahan.
3. Banyak
mentor gratis
Salah satu kendala bagi mahasiswa
ketika akan memulai bisnis adalah tidak adanya mentor atau orang yang bisa
memberikan solusi ketika mahasiswa tersebut menemui masalah dalam
bisnis/usahanya.Tapi bagi seorang mahasiswa bisnis hal ini bukanlah masalah
seharusnya karena dosen dengan berbagai kompetisinya bisa di jadikan sebagai
mentornya dan tentu saja hal itu menguntungkan bagi dosen karena cepat langsung
memonitoring usaha dari mahasiswa bimbingannya.
4. Banyaknya
Kompetisi Kewirausahaan
Sekarang ini banyak sekali di
adakan kompetisi kewirausahaan yang pesertanya di haruskan mahasiswa. Hal ini
sangat menguntungkan karena dari kegiatan ini mahasiswa dapat menguji kemampuan
bisnisnya dan apabila beruntung juara dan hadiah yang di janjikan tentu saja
menambah pengetahuan dan keuntungan sendiri bagi pemenangnya.
5. Ketahui
Potensi dan Minat Sejak Dini
Berwirausaha tidak memiliki batasan
maksimum atau minimum dalam usia berwirausaha sejak dini dapat menggali potensi
dan minat diri seseorang atas bidang dan jenis bisnis yang cocok untuk di
jalankan.
4. perbedaan entrepreneurship dan
technopreneurship
Entrepreneur dan
teknopreneur merupakan dua hal yang berbeda tapi saling berkaitan satu sama
lain. Perbedaan antara entrepreneur dan technopreneurship antara lain :
·
Technopreneur adalah seorang inovator
yang menggabungkan teknologi yang ada sebagai basis pengembangan bisnis.
·
Entrepreneurship adalah seorang inovator
yang menggabungkan teknologi yang berbeda dan konsep bisnis untuk menghasilkan
barang, jasa baru di setiap kesempatan yang menguntungkan, menyusun strategi
dan menerapkan ide-idenya.
·
Selain diatas perbedaan teknopreneur dan
entrepreneur dalam motivasi usaha kecil seperti sumber hidup. Tingkat keamanan
dan ide khusus entrepreneur lebih kepada motivasi, mendominasi dan kesempatan
sedangkan teknopreneur menekankan pada pola pikir revolusioner , kompetensi dan
resiko dan sukses dengan teknologi baru.
·
Untuk kepemilikan usaha kecil
entrepreneur cenderung pada saham pengendali dan memaksimalkan keuntungan
sedangkan teknopreneur lebih mengarah pada penguasaan pasar dan pertambahan
nilai perusahaan dan sebagainya.
·
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan
jika entrepreneur adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan inovasi baru
dalam memproduksi barang atau jasa dan menerapkan ide-idenya. Dan teknopreneur
adalah pengusaha yang membangun bisnisnya berdasarkan keahliannya di bidang
ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan produk inovatif.
5. Table Penelitian Penggunaan Media
| Data Pengguna Media >2 Jam/hari menurut Usia Pengguna | ||||||||||
| Di Desa Waru, Maret 2016 (Responden 143 orang) | ||||||||||
| Media | Usia Pengguna (Tahun) | |||||||||
| 14-17 | 18-24 | 25-34 | 35-49 | 50+ | ||||||
| Televisi | 32 | 33 | 40 | 23 | 15 | |||||
| Koran | 8 | 46 | 45 | 34 | 10 | |||||
| Radio | 6 | 32 | 30 | 45 | 30 | |||||
| Warnet | 40 | 39 | 34 | 23 | 7 | |||||
| Handphone | 28 | 34 | 34 | 30 | 17 | |||||
| Jumlah | 114 | 184 | 183 | 155 | 79 | |||||
| Kesimpulan : | ||||||||||
| 1. Pengguna Televisi terbanyak adalah usia 25-34 tahun sebanyak 40 dari 134 Responden. | ||||||||||
| Rencana Usaha : Menjadi agen tv kabel berbayar atau servis televisi | ||||||||||
| 2. 46 responden usia 18-24 tahun lebih menyukai koran dibandingkan usia lainnya | ||||||||||
| Rencana Usaha : membuka / menjadi agen koran dan mengantarkan sampai rumah setiap pagi | ||||||||||
| 3. dari 143 Responden, usia 35-49 tahun adalah peminat terbanyak menggunakan radio sebanyak 45 | ||||||||||
| 4. Sebanyak 40 responden dengan usia 14-17 tahun menempati angka tertinggi sebagai pengguna warnet. | ||||||||||
| Rencana Usaha : membuka warung jajanan/ minuman dekat dengan warnet | ||||||||||
| 5. usia 18-24 dan 25-34 tahun lebih banyak menggunakan handphone masing-masing sebanyak 34. | ||||||||||
| Rencana Usaha : Membuka counter HP dan Servis HP | ||||||||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar